Levoscoliosis adalah kondisi ketika tulang belakang mengalami kelengkungan ke samping dengan sisi cembung kurva mengarah ke kiri. Kondisi ini dapat ditemukan pada bagian punggung atas (thorakal), punggung bawah (lumbal), maupun area peralihan keduanya (thoracolumbar).
Bagi sebagian orang, istilah levoscoliosis mungkin baru terdengar setelah menjalani pemeriksaan X-ray. Misalnya, ketika laporan radiologi menunjukkan keterangan mild lumbar levoscoliosis atau thoracic levoscoliosis.
Namun, apakah kelengkungan ke kiri selalu berbahaya? Apakah kondisi ini membutuhkan pengobatan khusus?
Levoscoliosis sebenarnya merupakan salah satu pola kelengkungan pada skoliosis. Untuk mengetahui tingkat keparahannya, dokter perlu menilai lokasi kelengkungan, besar sudut kurva, usia pasien, serta kemungkinan perkembangan kondisi tersebut.
Dalam Artikel Ini:
Apa Itu Levoscoliosis?
Istilah levoscoliosis berasal dari kata levo yang berarti kiri dan scoliosis yang mengacu pada kelengkungan tulang belakang ke samping.
Pada tulang belakang yang normal, susunan ruas tulang umumnya tampak relatif lurus jika dilihat dari belakang. Sementara itu, pada levoscoliosis, bagian tulang belakang membentuk kurva dengan sisi cembung mengarah ke kiri.
Kelengkungan tersebut juga dapat disertai rotasi ruas tulang belakang. Artinya, perubahan yang terjadi bukan sekadar tulang belakang miring ke satu sisi, melainkan dapat melibatkan perubahan bentuk dalam tiga dimensi.
Penting untuk diketahui bahwa levoscoliosis bukanlah ukuran tingkat keparahan skoliosis. Dua orang dengan arah kelengkungan yang sama dapat memiliki kondisi yang sangat berbeda.
Sebagai contoh, levoscoliosis dengan sudut Cobb 12 derajat umumnya memiliki kebutuhan pemantauan yang berbeda dibandingkan dengan kelengkungan sebesar 45 derajat.
Oleh karena itu, arah kurva saja tidak cukup untuk menentukan apakah seseorang membutuhkan terapi.
Perbedaan Levoscoliosis dan Dextroscoliosis
Levoscoliosis dan dextroscoliosis merupakan istilah yang digunakan untuk membedakan arah kelengkungan tulang belakang.
Perbedaan utamanya adalah:
- Levoscoliosis: Sisi cembung kelengkungan tulang belakang mengarah ke kiri.
- Dextroscoliosis: Sisi cembung kelengkungan tulang belakang mengarah ke kanan.
Pada skoliosis idiopatik remaja, kelengkungan utama di bagian thorakal lebih sering mengarah ke kanan. Sementara itu, kelengkungan ke kiri juga dapat ditemukan, terutama pada bagian lumbal.
Namun, arah kelengkungan tidak secara otomatis menunjukkan bahwa salah satu jenis lebih berbahaya dibandingkan jenis lainnya.
Besar sudut Cobb, lokasi kurva, tingkat kematangan tulang, dan adanya gejala merupakan faktor yang lebih penting dalam menentukan risiko dan kebutuhan penanganan.
Jenis Levoscoliosis Berdasarkan Lokasinya
Levoscoliosis dapat diklasifikasikan berdasarkan bagian tulang belakang yang mengalami kelengkungan.
1. Levoscoliosis Thorakal
Levoscoliosis thorakal terjadi ketika kelengkungan ke kiri berada pada bagian tulang belakang dada atau punggung atas.
Karena bagian thorakal terhubung dengan tulang rusuk, kelengkungan ini dapat memengaruhi simetri punggung dan posisi tulang belikat.
Pada beberapa kasus, salah satu sisi punggung mungkin terlihat lebih menonjol ketika pasien membungkuk ke depan.
Kelengkungan thorakal utama ke kiri juga memiliki karakteristik khusus karena pola tersebut relatif tidak umum pada skoliosis idiopatik remaja.
2. Levoscoliosis Lumbal
Levoscoliosis lumbal merupakan kelengkungan tulang belakang ke kiri yang terjadi pada bagian punggung bawah.
Kondisi ini dapat menyebabkan pinggang terlihat tidak simetris atau perubahan keseimbangan tubuh.
Pada orang dewasa, levoscoliosis lumbal terkadang berkaitan dengan perubahan degeneratif pada tulang belakang, seperti penipisan bantalan antarruas atau perubahan pada sendi.
Meski demikian, tidak semua pasien dengan levoscoliosis lumbal mengalami nyeri pinggang.
3. Levoscoliosis Thoracolumbar
Levoscoliosis thoracolumbar terjadi pada area peralihan antara tulang belakang thorakal dan lumbal.
Kelengkungan di bagian ini dapat memengaruhi keseimbangan batang tubuh sehingga postur seseorang terlihat sedikit condong ke satu sisi.
Pada sebagian pasien, kondisi tersebut juga dapat menyebabkan perbedaan bentuk pinggang kanan dan kiri.
Apa Penyebab Levoscoliosis?
Penyebab levoscoliosis dapat berbeda pada setiap individu. Pada banyak kasus, terutama skoliosis idiopatik, penyebab pastinya belum diketahui.
Beberapa kondisi yang dapat mendasarinya meliputi:
Skoliosis idiopatik merupakan jenis skoliosis yang tidak memiliki penyebab pasti. Kondisi ini sering ditemukan pada anak-anak dan remaja selama masa pertumbuhan.
Faktor genetik diduga berperan, tetapi mekanisme terjadinya kelengkungan masih terus diteliti.
2. Kelainan bawaan tulang belakang
Sebagian kelengkungan disebabkan oleh kelainan pembentukan ruas tulang belakang sejak dalam kandungan.
Perkembangan tulang yang tidak merata dapat menyebabkan tulang belakang membentuk kurva seiring pertumbuhan.
3. Gangguan neuromuskular
Penyakit tertentu yang memengaruhi fungsi saraf atau kekuatan otot dapat mengganggu keseimbangan tulang belakang dan menyebabkan kelengkungan.
4. Perubahan degeneratif
Pada orang dewasa, perubahan bantalan dan sendi tulang belakang akibat proses degeneratif dapat menyebabkan kelengkungan berkembang secara bertahap.
Menurut American Academy of Orthopaedic Surgeons (AAOS), skoliosis idiopatik tidak disebabkan oleh kebiasaan tertentu seperti membawa tas berat atau memiliki postur tubuh yang kurang baik.
Artinya, kebiasaan duduk miring bukanlah penjelasan yang cukup untuk menyimpulkan penyebab levoscoliosis struktural.
Apa Saja Ciri-Ciri Levoscoliosis?
Levoscoliosis ringan sering kali tidak menimbulkan gejala yang jelas. Bahkan, sebagian pasien baru mengetahui kondisi ini setelah menjalani pemeriksaan tulang belakang untuk alasan lain.
Namun, beberapa perubahan fisik dapat menjadi tanda yang perlu diperhatikan, antara lain:
- Salah satu bahu terlihat lebih tinggi dibandingkan sisi lainnya.
- Pinggang kanan dan kiri tampak tidak simetris.
- Tubuh terlihat sedikit condong ke satu sisi.
- Salah satu tulang belikat tampak lebih menonjol.
- Permukaan punggung tidak sejajar ketika membungkuk.
- Nyeri atau rasa tidak nyaman pada punggung pada sebagian pasien.
Gejala tersebut dapat bervariasi tergantung lokasi dan besar kelengkungan.
Perlu diingat bahwa nyeri punggung tidak selalu menunjukkan skoliosis yang berat. Sebaliknya, beberapa pasien dengan kelengkungan cukup besar justru tidak mengalami keluhan nyeri yang signifikan.
Karena itu, perubahan postur maupun keluhan fisik sebaiknya dievaluasi secara menyeluruh.
Apakah Levoscoliosis Berbahaya?
Levoscoliosis tidak selalu berbahaya, terutama apabila kelengkungannya ringan, stabil, dan tidak disertai gejala yang mengkhawatirkan.
Namun, risiko dapat meningkat apabila kelengkungan terus berkembang, terutama pada anak-anak dan remaja yang masih berada dalam masa pertumbuhan.
Dalam kasus tertentu, kelengkungan yang semakin besar dapat memengaruhi keseimbangan postur, menimbulkan perubahan bentuk tubuh, atau menyebabkan keterbatasan fungsi.
Pada kelengkungan thorakal yang sangat berat, perubahan struktur rongga dada juga dapat memengaruhi fungsi pernapasan.
Mengapa Levoscoliosis Thorakal Kiri Perlu Diperhatikan?
Salah satu hal yang perlu dipahami adalah bahwa kelengkungan thorakal utama ke kiri merupakan pola yang relatif tidak lazim pada skoliosis idiopatik remaja.
Menurut Scoliosis Research Society (SRS), pola kelengkungan yang tidak umum dapat menjadi salah satu pertimbangan dokter untuk melakukan pemeriksaan tambahan, termasuk MRI dalam situasi tertentu.
Tujuannya adalah memastikan tidak terdapat kelainan lain pada sistem saraf atau struktur tulang belakang.
Namun, bukan berarti setiap pasien dengan levoscoliosis thorakal memiliki penyakit serius atau harus menjalani MRI.
Keputusan tersebut tetap bergantung pada riwayat kesehatan, pemeriksaan fisik, dan temuan radiologi.
Bagaimana Levoscoliosis Didiagnosis?
Diagnosis levoscoliosis umumnya dimulai dengan pemeriksaan postur dan evaluasi kondisi tulang belakang.
Dokter dapat mengamati kesejajaran bahu, posisi pinggang, keseimbangan tubuh, serta kemungkinan adanya penonjolan pada salah satu sisi punggung.
Salah satu pemeriksaan yang sering digunakan adalah Adam’s Forward Bend Test, yaitu ketika pasien diminta membungkuk ke depan untuk melihat kemungkinan asimetri punggung.
Pemeriksaan ini dapat dibantu menggunakan scoliometer, alat yang mengukur rotasi atau asimetri batang tubuh.
Namun, angka pada scoliometer tidak sama dengan sudut kelengkungan tulang belakang yang diukur melalui X-ray.
Penjelasan mengenai fungsi alat ini dapat dibaca dalam artikel Scoliometer: Fungsi, Cara Mengukur, dan Arti Hasil Derajatnya.
Jika diperlukan, dokter akan melakukan pemeriksaan X-ray untuk mengukur sudut Cobb, menentukan lokasi kurva, dan mengevaluasi tingkat kelengkungan.
Bagaimana Cara Mengatasi Levoscoliosis?
Penanganan levoscoliosis disesuaikan dengan besar sudut kelengkungan, usia, tingkat kematangan tulang, serta risiko perkembangan kurva.
Tidak semua pasien membutuhkan metode penanganan yang sama.
1. Pemantauan berkala
Pada kasus ringan dan stabil, dokter dapat merekomendasikan pemantauan berkala untuk memastikan kelengkungan tidak semakin bertambah.
Pemantauan menjadi sangat penting bagi anak-anak dan remaja yang masih dalam masa pertumbuhan.
2. Latihan khusus skoliosis
Latihan fisioterapi khusus skoliosis, seperti metode Schroth, dapat dipertimbangkan untuk membantu meningkatkan kesadaran postur, kontrol tubuh, dan fungsi otot.
Gerakannya disesuaikan dengan karakteristik kelengkungan setiap pasien sehingga tidak semua latihan cocok untuk setiap jenis skoliosis.
Pelajari lebih lanjut mengenai prinsip dan manfaatnya dalam artikel Schroth Therapy.
3. Penggunaan brace
Pada pasien yang masih dalam masa pertumbuhan dengan kelengkungan tertentu, brace dapat direkomendasikan untuk membantu mengurangi risiko perkembangan kurva.
Namun, efektivitas dan tujuan penggunaannya dapat berbeda pada pasien yang pertumbuhan tulangnya sudah selesai.
Informasi tambahan mengenai penggunaan brace pada usia yang lebih matang dapat ditemukan dalam artikel Terapi Brace pada Pasien Skoliosis Usia 17 Tahun ke Atas.
4. Tindakan operasi
Pada kelengkungan berat atau progresif, operasi mungkin menjadi salah satu pilihan yang dipertimbangkan dokter.
Keputusan ini tidak ditentukan oleh arah kelengkungan ke kiri saja, melainkan berdasarkan kondisi klinis secara keseluruhan.
Apakah Levoscoliosis Bisa Sembuh?
Kemungkinan perubahan kelengkungan bergantung pada penyebab, usia, fleksibilitas kurva, dan tingkat keparahan.
Pada skoliosis struktural, kelengkungan umumnya tidak dapat dianggap akan hilang dengan sendirinya hanya melalui perubahan kebiasaan duduk atau berdiri.
Meski demikian, tidak semua kasus membutuhkan tindakan invasif.
Beberapa pasien dapat mempertahankan kondisi yang stabil dengan pemantauan, sementara pasien lainnya membutuhkan intervensi untuk membantu mengendalikan perkembangan kelengkungan.
Tujuan penanganan dapat berupa mempertahankan stabilitas kurva, meningkatkan fungsi tubuh, mengurangi keluhan, atau memperbaiki keseimbangan postur.
Karena itu, penting untuk memahami bahwa keberhasilan penanganan tidak selalu berarti tulang belakang harus kembali lurus sempurna.
Kesimpulan
Levoscoliosis adalah kelengkungan tulang belakang dengan arah cembung ke kiri yang dapat terjadi pada bagian thorakal, lumbal, maupun thoracolumbar.
Meskipun tidak selalu berbahaya, kondisi ini perlu dievaluasi berdasarkan lokasi, besar sudut Cobb, gejala, serta risiko perkembangan kelengkungan.
Pemeriksaan yang tepat membantu menentukan apakah pasien hanya membutuhkan pemantauan atau memerlukan penanganan lebih lanjut.




