Anda baru menerima hasil X-ray dan menemukan tulisan seperti “thoracic dextroscoliosis”?
Istilahnya memang terdengar rumit. Padahal arti dasarnya cukup sederhana.
Dextroscoliosis adalah skoliosis dengan kelengkungan atau sisi cembung kurva mengarah ke kanan. Kebalikannya disebut levoscoliosis, yaitu kurva yang mengarah ke kiri.
Namun arah kanan atau kiri hanya menjelaskan pola kurva, bukan seberapa parah skoliosis seseorang.
Seseorang bisa memiliki dextroscoliosis ringan, sedang, atau berat. Begitu pula dengan levoscoliosis.
Karena itu, membaca satu kata “dextroscoliosis” pada hasil pemeriksaan belum cukup untuk memahami kondisi tulang belakang secara keseluruhan.
Dalam Artikel Ini:
Apa Itu Dextroscoliosis?
Kata dextro berarti kanan.
Jadi ketika dokter atau radiolog menuliskan dextroscoliosis, yang sedang dijelaskan adalah arah kelengkungan tulang belakang.
Menurut Cleveland Clinic, dextroscoliosis adalah skoliosis yang membuat tulang belakang melengkung ke arah kanan, sedangkan levoscoliosis mengarah ke kiri.
Hal penting yang perlu dibedakan adalah:
dextroscoliosis bukan penyebab skoliosis.
Istilah ini berbeda dengan skoliosis idiopatik, skoliosis kongenital, atau neuromuskuler yang menjelaskan jenis skoliosis berdasarkan penyebab atau kondisi yang mendasarinya.
Sebagai contoh, seseorang bisa memiliki:
adolescent idiopathic scoliosis dengan thoracic dextroscoliosis.
“Idiopatik” menjelaskan jenis skoliosisnya, sedangkan “dextro” menjelaskan arah kurvanya.
Dextroscoliosis vs Levoscoliosis, Apa Bedanya?
Perbedaan dasarnya adalah arah kurva.
| Dextroscoliosis | Levoscoliosis | |
|---|---|---|
| Arah kurva | Ke kanan | Ke kiri |
| Sisi cembung | Kanan | Kiri |
| Bisa terjadi di torakal? | Ya | Ya |
| Bisa terjadi di lumbar? | Ya | Ya |
| Menentukan tingkat keparahan? | Tidak | Tidak |
Cleveland Clinic menjelaskan bahwa dextroscoliosis cukup sering ditemukan pada tulang belakang torakal, sementara levoscoliosis juga dapat ditemukan pada area lumbar. Namun keduanya tetap dapat terjadi di berbagai bagian tulang belakang. (Cleveland Clinic)
Jadi bukan berarti:
dextro = selalu torakal atau levo = selalu lumbar
Lokasi kurva tetap perlu dilihat dari hasil pemeriksaan.
Apa Arti Thoracic Dextroscoliosis?
Jika hasil pemeriksaan tertulis: “thoracic dextroscoliosis”
artinya terdapat kurva skoliosis ke arah kanan pada tulang belakang torakal, yaitu bagian punggung yang berhubungan dengan rongga dada dan tulang rusuk.
Pada adolescent idiopathic scoliosis, pola kurva torakal kanan memang cukup umum.
Karena skoliosis bukan hanya kelengkungan ke samping, tetapi juga melibatkan rotasi vertebra, perubahan ini dapat membuat salah satu sisi punggung atau tulang rusuk terlihat lebih menonjol.
Tonjolan tersebut dikenal sebagai rib hump.
Anda dapat membaca penjelasan khusus mengenai kondisi ini pada artikel Rib Hump pada Skoliosis: Kenapa Tulang Rusuk Menonjol Sebelah?.
Jadi jika seseorang memiliki thoracic dextroscoliosis dan salah satu sisi punggung terlihat lebih menonjol saat membungkuk, keduanya dapat menjadi bagian dari perubahan tiga dimensi pada skoliosis.
Bagaimana dengan Lumbar Dextroscoliosis?
Dextroscoliosis juga dapat terjadi pada bagian lumbar atau punggung bawah.
Dalam laporan radiologi, istilah yang mungkin muncul antara lain:
lumbar dextroscoliosis atau dextroconvex lumbar scoliosis
Keduanya menjelaskan kurva lumbar dengan sisi cembung mengarah ke kanan.
Pada kurva lumbar, perubahan bentuk tubuh mungkin lebih terlihat pada:
- garis pinggang yang tidak simetris,
- posisi panggul,
- atau keseimbangan batang tubuh.
Karena itu, lokasi kurva sama pentingnya dengan arah kurva.
Bisakah Seseorang Memiliki Dextroscoliosis dan Levoscoliosis Sekaligus?
Bisa.
Ini sering terjadi pada skoliosis dengan pola seperti huruf S.
Sebagai contoh, bagian torakal dapat memiliki kurva ke kanan, sedangkan bagian lumbar memiliki kurva ke kiri.
Dalam satu hasil X-ray, pasien bisa saja memiliki: thoracic dextroscoliosis + lumbar levoscoliosis.
Jadi seseorang tidak selalu hanya memiliki satu arah kurva.
Itulah mengapa kalimat seperti: “Skoliosis saya ke kanan.” belum tentu menggambarkan seluruh pola tulang belakang.
Dokter perlu melihat semua kurva yang ada, lokasi masing-masing kurva, besar kurva, rotasi, dan keseimbangan tubuh secara keseluruhan.
Apakah Dextroscoliosis Lebih Berbahaya daripada Levoscoliosis?
Tidak bisa ditentukan hanya dari arahnya.
Ini salah satu hal paling penting untuk dipahami.
Dextroscoliosis tidak otomatis lebih ringan atau lebih berat dibandingkan levoscoliosis.
Tingkat keparahan skoliosis lebih dipengaruhi oleh:
- besar kelengkungan,
- lokasi dan pola kurva,
- usia,
- pertumbuhan tulang yang masih tersisa,
- apakah kurva mengalami progresi,
- penyebab skoliosis,
- dan kondisi klinis pasien.
Besar kurva biasanya dinilai menggunakan Cobb Angle pada X-ray.
Menurut Scoliosis Research Society, skoliosis secara radiologis didefinisikan sebagai kurva sebesar 10 derajat atau lebih.
Jadi: dextroscoliosis 15° dan dextroscoliosis 45° jelas bukan kondisi yang sama, walaupun arah kurvanya sama-sama ke kanan.
Untuk memahami cara membaca derajat kelengkungan, lihat artikel khusus Cobb Angle.
Kalau Levoscoliosis di Torakal, Apakah Lebih Berbahaya?
Pada adolescent idiopathic scoliosis, pola kurva torakal kanan jauh lebih umum.
Kurva torakal yang dominan ke kiri termasuk pola yang lebih tidak biasa.
Beberapa penelitian menemukan bahwa pada kondisi tertentu, pola left thoracic scoliosis dapat membuat dokter mempertimbangkan pemeriksaan tambahan, terutama jika disertai temuan lain seperti gejala neurologis, nyeri yang tidak biasa, atau progresi yang cepat. (PubMed)
Namun bukan berarti seseorang dengan thoracic levoscoliosis pasti memiliki masalah serius.
Arah kurva tidak boleh dinilai sendirian.
Usia, gejala, hasil pemeriksaan neurologis, besar kurva, dan riwayat perkembangan skoliosis tetap perlu dipertimbangkan secara keseluruhan.
Apakah Arah Kurva Bisa Dilihat dari Bentuk Tubuh?
Kadang ada petunjuk dari luar, tetapi bentuk tubuh tidak cukup akurat untuk menentukan arah kurva.
Skoliosis dapat menyebabkan:
- satu bahu terlihat lebih tinggi,
- pinggang kanan dan kiri tidak simetris,
- tubuh bergeser ke satu sisi,
- tulang belikat lebih menonjol,
- atau muncul rib hump.
Namun perubahan tersebut tidak selalu menunjukkan dengan pasti apakah kurvanya dextro atau levo.
Rotasi vertebra, kurva kompensasi, dan bentuk tubuh masing-masing orang dapat membuat penampilan luar lebih kompleks daripada gambaran pada X-ray.
Karena itu, arah dan besar kurva sebaiknya dinilai berdasarkan pemeriksaan radiologi.
Spine Clinic juga telah membahas mengapa rontgen tulang belakang penting pada skoliosis, termasuk untuk melihat lokasi dan besar kelengkungan secara lebih objektif.
Apakah Dextroscoliosis Bisa Bertambah Parah?
Bisa. Namun arah kurva bukan faktor utama yang menentukan progresi.
Pada anak dan remaja, risiko perkembangan skoliosis sangat dipengaruhi oleh besar kurva dan berapa banyak pertumbuhan tulang yang masih tersisa.
Karena itu, dua anak yang sama-sama memiliki dextroscoliosis 20° belum tentu memiliki risiko progresi yang sama.
Anak yang masih berada dalam periode pertumbuhan cepat bisa memerlukan monitoring yang lebih ketat dibandingkan pasien yang pertumbuhan tulangnya hampir selesai.
Inilah alasan evaluasi skoliosis tidak cukup hanya melihat satu istilah pada hasil X-ray.
Apakah Dextroscoliosis Bisa Diluruskan?
Pertanyaan ini sering muncul, tetapi ada satu hal yang perlu diluruskan terlebih dahulu.
Tujuan terapi bukan memindahkan kurva dari kanan menjadi kiri.
Penanganan skoliosis ditentukan oleh kondisi pasien secara keseluruhan, dengan tujuan seperti:
- mengontrol progresi kurva,
- menjaga keseimbangan tubuh,
- memperbaiki fungsi,
- mengurangi keluhan,
- dan pada kondisi tertentu memperbaiki deformitas.
Pilihan penanganan dapat mencakup monitoring, latihan spesifik skoliosis, brace skoliosis, hingga operasi pada kasus tertentu.
Arah kurva memang penting dalam merencanakan koreksi, tetapi dextro atau levo saja tidak menentukan jenis terapi.
Karena itu, meniru latihan “khusus dextroscoliosis kanan” dari internet belum tentu sesuai dengan pola skoliosis seseorang.
Apa yang Harus Dilihat Selain Kata Dextroscoliosis?
Jika laporan X-ray menyebut dextroscoliosis, jangan hanya berhenti pada satu istilah tersebut.
Beberapa informasi lain yang lebih penting adalah:
1. Di mana lokasi kurvanya?
Apakah torakal, thoracolumbar, lumbar, atau lebih dari satu area?
2. Ke arah mana kurvanya?
Apakah dextro atau levo?
3. Berapa Cobb Angle-nya?
Cobb Angle menunjukkan besar kelengkungan tulang belakang.
4. Apakah ada lebih dari satu kurva?
Misalnya kurva torakal ke kanan dan lumbar ke kiri.
5. Apakah pasien masih bertumbuh?
Ini sangat penting pada skoliosis anak dan remaja.
6. Apakah kurva berubah dibandingkan X-ray sebelumnya?
Perubahan dari waktu ke waktu sering kali lebih penting dibandingkan satu hasil X-ray saja.
Dengan membaca semua informasi tersebut bersama-sama, istilah “dextroscoliosis” menjadi jauh lebih mudah dipahami.
Dextroscoliosis Menjelaskan Arah, Bukan Seluruh Diagnosis
Jika hasil pemeriksaan Anda menunjukkan dextroscoliosis, tidak perlu langsung menganggap kondisinya lebih buruk hanya karena tulang belakang melengkung ke arah kanan.
Dextroscoliosis dan levoscoliosis pada dasarnya menjelaskan arah kurva skoliosis.
Yang menentukan bagaimana kondisi tersebut perlu dipantau atau ditangani adalah gambaran yang lebih lengkap, seperti besar kurva, lokasi, pola skoliosis, pertumbuhan yang tersisa, perubahan dari waktu ke waktu, dan kondisi pasien.
Jika Anda atau anak Anda mendapatkan hasil X-ray dengan istilah dextroscoliosis atau levoscoliosis dan belum memahami artinya, Spine Clinic Family Holistic dapat membantu mengevaluasi pola kurva secara menyeluruh dan menentukan apakah kondisi cukup dimonitor atau memerlukan penanganan lebih lanjut.

