dr. Grace Shandy Siahaan

dr. Grace Shandy Siahaan menyelesaikan profesi dokter dari Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi pada tahun 2019. Salah satu quotes favoritnya terkait kesehatan dari B.K.S. Iyengar yaitu “Health is a state of complete harmony of the body, mind and spirit. When one is free from physical disabilities and mental distractions, the gates of the soul open” .

Runner’s Knee

/

Runner’s Knee, atau patellofemoral pain syndrome (PFPS), merupakan salah satu kondisi yang sering dialami oleh pelari dan atlet lainnya yang melibatkan nyeri di daerah depan lutut. Meskipun kondisi ini umumnya terkait dengan pelari, PFPS juga dapat memengaruhi individu yang melakukan aktivitas fisik yang melibatkan gerakan berulang pada lutut, seperti melompat atau bersepeda. Dalam artikel ini, kita akan membahas secara rinci tentang penyebab, gejala, pencegahan, dan pengobatan Runner’s Knee.


Apa itu Runner’s Knee?

Runner’s Knee adalah kondisi yang ditandai dengan nyeri di daerah depan lutut atau patella seseorang, seringkali disertai dengan rasa sakit yang tidak biasa. Meskipun nyeri ini bisa muncul setelah melakukan berbagai aktivitas, kondisi ini paling sering terjadi pada mereka yang aktif dalam olahraga tertentu, seperti lari dan lompat jauh.

Selain aktivitas tersebut, aktivitas sehari-hari seperti menaiki atau menuruni tangga, serta jongkok, juga dapat menyebabkan munculnya Runner’s Knee jika dilakukan secara berulang dan dengan intensitas waktu yang singkat. Penting untuk memahami lebih dalam tentang kondisi ini, termasuk penyebabnya, gejala yang muncul, dan pilihan pengobatan yang tersedia.


Gejala Runner’s Knee

Sebelum memasuki tahap pengobatan Runner’s Knee, penting bagi Anda untuk mengenali gejalanya. Ini memastikan bahwa ketidaknyamanan pada lutut yang Anda rasakan benar-benar terkait dengan kondisi ini dan memerlukan perhatian medis. Berikut adalah beberapa gejala yang perlu Anda perhatikan:

1. Nyeri di Tempurung Lutut

Salah satu tanda pertama yang menunjukkan Anda mungkin mengalami Runner’s Knee adalah rasa nyeri di sekitar tempurung lutut atau bagian dengkul. Sensasi ini dapat terasa seperti nyeri yang tajam saat ditekan atau dipukul, dan sering kali menjadi lebih buruk saat Anda melakukan aktivitas tertentu yang melibatkan penggunaan lutut secara intensif. Aktivitas seperti menaiki atau menuruni tangga, berlutut, jongkok, merangkak, menendang bola, atau duduk dengan kaki dilipat dapat memperparah nyeri.

Ketidaknyamanan ini dapat sangat mengganggu aktivitas sehari-hari, menghambat mobilitas, dan menimbulkan ketidaknyamanan yang signifikan. Namun, ada beberapa langkah yang dapat diambil untuk mengurangi rasa nyeri ini, termasuk penggunaan obat pereda nyeri dan perawatan rutin yang direkomendasikan oleh profesional medis.

2. Nyeri dari Anggota Tubuh Lain

Tidak hanya nyeri di sekitar tempurung lutut yang menjadi tanda Runner’s Knee. Nyeri juga bisa terjadi di bagian lain tubuh, seperti sendi lutut atau pinggul. Jika Anda mulai merasakan nyeri di area tubuh lain, ini dapat menjadi tanda adanya masalah yang terkait dengan Runner’s Knee dan memerlukan perhatian lebih lanjut.

3. Nyeri yang Bertambah Perlahan

Berbeda dengan nyeri akut yang terjadi tiba-tiba, Runner’s Knee cenderung berkembang perlahan. Awalnya, nyeri mungkin hanya terasa ringan atau bahkan tidak terlalu terasa. Namun, seiring waktu, nyeri ini dapat meningkat menjadi lebih intens dan menyebar ke seluruh bagian kaki.

Proses penyebaran ini biasanya dimulai di daerah lutut dan secara bertahap menyebar ke bagian lain kaki. Ini dapat mengganggu berbagai aktivitas sehari-hari, seperti berdiri atau duduk dengan nyaman. Jika Anda mengalami peningkatan nyeri yang bertahap seperti ini, segera konsultasikan dengan profesional medis untuk evaluasi dan pengobatan yang tepat.

Dengan mengenali gejala Runner’s Knee dengan lebih baik, Anda dapat mengambil langkah-langkah preventif yang tepat dan mendapatkan perawatan yang diperlukan untuk meminimalkan dampak kondisi ini pada kesejahteraan Anda. Jika gejala yang Anda alami mengganggu aktivitas sehari-hari Anda, segera cari bantuan medis untuk diagnosis dan perawatan yang lebih lanjut.


Penyebab Runner’s Knee

Penyebab Runner’s Knee dapat bervariasi, tetapi beberapa faktor yang umumnya berkontribusi meliputi:

1. Intensitas Olahraga yang Berlebihan

Salah satu penyebab utama Runner’s Knee adalah aktivitas fisik yang berlebihan atau peningkatan tiba-tiba dalam intensitas latihan. Orang yang terlibat dalam olahraga lari, terutama jarak jauh, atau olahraga melompat, seperti basket atau voli, sering kali mengalami kondisi ini. Tekanan yang berlebihan pada lutut selama aktivitas seperti ini dapat menyebabkan iritasi dan peradangan pada jaringan di sekitar patella.

Tahukah Kamu? Wanita Cenderung Lebih Rentan Terhadap Runner’s Knee.

Meskipun belum ada penjelasan yang pasti, risiko ini semakin meningkat jika wanita tersebut juga aktif sebagai pelari atau atlet lompat jauh.

2. Ketidakseimbangan Otot

Ketidakseimbangan dalam kekuatan dan fleksibilitas otot-otot yang mendukung lutut juga dapat menjadi penyebab Runner’s Knee. Misalnya, otot paha yang lemah atau kurang fleksibel dapat menyebabkan ketegangan berlebih pada patella, menyebabkan rasa sakit dan ketidaknyamanan.

3. Faktor Anatomi

Faktor-faktor anatomi tertentu juga dapat meningkatkan risiko Runner’s Knee. Ini termasuk kelainan struktural pada lutut atau kaki, seperti kaki datar atau kelengkungan yang tidak normal pada tulang kaki. Ketidakseimbangan panjang kaki atau masalah postur tubuh juga dapat menyebabkan tekanan tidak merata pada lutut, yang pada akhirnya dapat mengakibatkan kondisi ini.

4. Cedera Akut atau Kronis

Cedera langsung pada lutut atau cedera berulang pada jaringan di sekitarnya juga dapat menjadi penyebab Runner’s Knee. Misalnya, kecelakaan atau benturan langsung pada lutut dapat menyebabkan kerusakan pada struktur internal, sedangkan cedera berulang, seperti tendinitis patellar atau sindrom iliotibial, dapat mengakibatkan peradangan dan nyeri kronis.

Memahami faktor-faktor yang mendasari Runner’s Knee dapat membantu dalam pencegahan dan pengelolaan kondisi ini. Jika Anda mengalami gejala yang mencurigakan atau ingin mencegah kemungkinan terjadinya Runner’s Knee, berkonsultasilah dengan profesional medis atau fisioterapis untuk evaluasi lebih lanjut dan rekomendasi perawatan yang sesuai.


Cara Mengatasi Runner’s Knee

Berikut adalah beberapa cara yang dapat membantu mengatasi Runner’s Knee:

1. Metode R.I.C.E

Salah satu pendekatan utama yang sering digunakan adalah pendekatan RICE, yang merupakan singkatan dari Rest (istirahat), Ice (kompres es), Compression (kompress), dan Elevation (meninggikan kaki).

metode rice adalah

Berikut adalah penjelasan lebih lanjut tentang setiap langkah dalam pendekatan ini:

Istirahat

Memberi istirahat yang cukup pada kaki yang terkena untuk menghindari tekanan berlebihan pada tulang navikular aksesoris yang meradang. Ini termasuk menghindari aktivitas fisik yang membebani kaki dan memungkinkan waktu bagi tulang untuk pulih.

Kompres Es

Penggunaan kompres es pada area yang bengkak dan meradang dapat membantu mengurangi pembengkakan dan meredakan rasa sakit. Penting untuk menggunakan es yang dibungkus dengan kain atau handuk tipis untuk melindungi kulit dan menghindari iritasi.

Menerapkan tekanan ringan pada area yang bengkak dengan menggunakan perban atau bantalan elastis untuk membantu mengurangi pembengkakan dan mempercepat proses penyembuhan.

Meninggikan Kaki

Meninggikan kaki di atas level jantung saat beristirahat dapat membantu mengurangi pembengkakan dengan meningkatkan aliran darah balik ke jantung dan mengurangi tekanan pada area yang terkena.

2. Terapi Fisik

Dokter juga akan merekomendasikan terapi fisik sebagai bagian dari pengobatan Runner’s Knee. Terapi ini bertujuan untuk mempercepat proses penyembuhan dengan menggabungkan latihan ringan, pemanasan, dan pendinginan setelah berolahraga.

Latihan yang dipilih akan difokuskan pada penguatan dan pelenturan daerah tubuh yang terlibat, seperti pinggul dan lutut. Melalui latihan ini, otot-otot yang mendukung lutut akan dilatih untuk menjadi lebih fleksibel dan stabil, mengurangi risiko terjadinya Runner’s Knee. Terapi fisik biasanya direncanakan untuk dilakukan minimal tiga kali seminggu selama periode enam hingga delapan minggu. Meskipun kondisi Runner’s Knee sudah sembuh sebelum terapi fisik selesai, disarankan untuk tetap menyelesaikan program terapi fisik untuk memastikan pemulihan yang maksimal.

Penelitian terbaru juga menunjukkan bahwa orang yang menjalani terapi fisik selama mengalami Runner’s Knee cenderung pulih lebih cepat daripada mereka yang tidak mengikuti terapi fisik. Ini menegaskan pentingnya terapi fisik sebagai bagian integral dari pengobatan Runner’s Knee dan betapa efektifnya dalam mempercepat proses penyembuhan.

3. Terapi Modalitas

Terapi modalitas merupakan bentuk terapi yang menggunakan perangkat khusus untuk merangsang penyembuhan dan perbaikan jaringan pada area yang mengalami rasa sakit atau cedera. Dengan bantuan alat-alat ini, proses penyembuhan seringkali dapat dipercepat, meskipun jumlah sesi terapi yang diperlukan bisa bervariasi tergantung pada tingkat keparahan kondisi.

Berbagai jenis terapi modalitas termasuk ESWT (Extracorporeal Shock Wave Therapy), US (Ultrasound), SIS (Super Inductive System), dan HIL (High Intensity Laser). Setiap jenis terapi memiliki mekanisme kerja yang berbeda namun tujuannya tetap sama, yaitu untuk merangsang penyembuhan dan mengurangi gejala yang terkait dengan kondisi seperti Runner’s Knee.

Dengan menggunakan terapi modalitas, pasien dapat memperoleh manfaat terapi tambahan yang dapat mempercepat pemulihan dan meningkatkan kualitas hidup mereka.

4. Pengaturan Kembali Aktivitas

Setelah istirahat dan pemulihan yang cukup, penting untuk secara bertahap kembali ke aktivitas fisik tanpa membebani lutut secara berlebihan. Memulai dengan intensitas rendah dan meningkatkan secara perlahan dapat membantu mencegah kemungkinan kambuhnya nyeri.

5. Perubahan Gaya Hidup

Menjaga berat badan yang sehat, mengadopsi teknik berlari yang tepat, dan memilih alas kaki yang sesuai untuk aktivitas fisik tertentu juga dapat membantu mencegah dan mengurangi risiko Runner’s Knee.

6. Penggunaan Penyangga atau Penopang Lutut

Menggunakan penyangga lutut atau penopang dapat memberikan dukungan tambahan dan mengurangi tekanan pada lutut yang terkena. Contohnya, seperti penggunaan kinesiotape dan pemasangan sol dalam sepatu khusus (custom insole).

Kedua metode ini sering digunakan oleh atlet lari atau lompat untuk membantu pemulihan dari cedera Runner’s Knee. Namun, untuk hasil yang optimal, terapi ini sebaiknya dikombinasikan dengan terapi fisik atau terapi modalitas.

Kinesiotape berfungsi untuk membantu menjaga tempurung lutut dalam posisi yang normal dan memberikan sedikit tekanan pada area sekitar untuk melatih otot-otot di sekitar lutut agar dapat menopang tempurung lutut dengan baik.

Sementara itu, custom insole dirancang khusus untuk membantu meredam atau menyebarkan beban pada telapak kaki, membantu mengurangi tekanan yang diterima oleh lutut saat sedang dalam masa pemulihan.

Dengan penggunaan kedua terapi ini bersamaan dengan terapi fisik dan modalitas, dapat memberikan hasil yang lebih baik dalam mengatasi Runner’s Knee. Kombinasi dari berbagai metode ini membantu mempercepat proses penyembuhan dan memaksimalkan pemulihan.

Bagi yang membutuhkan bantuan atau konsultasi lebih lanjut mengenai Runner’s Knee, kami di Spine Clinic Family Holistic siap membantu. Anda dapat menghubungi kami untuk konsultasi online atau membuat janji langsung di klinik kami dengan melakukan pemesanan terlebih dahulu. Dengan pemahaman yang lebih baik tentang Runner’s Knee, diharapkan kita semua dapat mengatasi kondisi ini dengan lebih efektif dan memulihkan kualitas hidup yang optimal.