cedera hamstring

Hamstring Injury

4 mins read

Cedera hamstring atau tight hamstring adalah salah satu masalah paling umum dan menjengkelkan yang dialami oleh atlet dan penggemar olahraga. Otot hamstring yang terletak di belakang paha sangat rentan terhadap cedera akibat peregangan berlebih atau gerakan tiba-tiba.

Cedera ini tidak hanya menyebabkan rasa sakit yang hebat tetapi juga dapat menghentikan aktivitas fisik Anda selama berminggu-minggu.

Dalam artikel ini, kita akan membahas secara mendalam tentang penyebab, tanda-tanda, dan langkah-langkah efektif untuk mencegah serta mengatasi cedera hamstring. Pelajari bagaimana Anda bisa menjaga kesehatan otot ini dan kembali ke aktivitas olahraga dengan lebih kuat dan siap. Mari kita selami informasi penting ini bersama!


Apa itu Hamstring?

Hamstring merupakan sekumpulan otot yang berada di bagian belakang paha. Otot-otot yang masuk dalam kelompok otot hamstring adalah otot semimembranosus, otot biceps femoris, dan otot semitendinosus.

Otot semimembranosus terletak dekat selangkangan atau bagian paling dalam, otot biceps femoris berada di bagian paling luar, dan otot semitendinosus terletak di antaranya. Kelompok otot tersebut rentan mengalami cedera terutama pada orang – orang yang sering berolahraga tanpa melakukan pemanasan terlebih dahulu.

cedera hamstring adalah

Otot semimembranosus dan bagian kepala otot biceps femoris sama-sama melekat pada bagian dasar tepi belakang dari tulang panggul. Sedangkan otot semitendinosus melekat pada bagian dasar dari tepi depan tulang panggul.

Fungsi utama otot – otot hamstring adalah menggerakan kaki bagian atas untuk membentuk gerakan jongkok, melompat, dan berdiri. Selain itu otot – otot tersebut juga dapat membantu pinggul untuk melakukan rotasi ke kanan dan kiri sehingga rotasi yang dihasilkan tubuh dapat menjadi lebih mulus.


Bagaimana Cedera Tight Hamstring Dapat Terjadi?

Cedera hamstring sebagian besar baru dialami ketika seseorang sedang berlari. Kelompok otot ini sangat rentan terhadap cedera karena susunan yang kompleks pada paha bagian belakang.

Ketika berlari, maka otot – otot tersebut akan meregang dan memendek secara bersamaan dalam waktu yang singkat dan berulang.

Saat sudah berlari cukup lama atau mendadak meningkatkan intensitas berlari maka salah satu bagian atau bahkan semua otot – otot tersebut dapat meregang secara mendadak dan menimbulkan cedera hamstring.

Berdasarkan derajat keparahan nya maka cedera hamstring dapat dibagi menjadi 3 kategori:

  • Cedera derajat 1: cedera ringan yang hanya menyebabkan nyeri atau pembengkakan ringan serta tidak didapatkan atau hanya sedikit kehilangan fungsi otot.
  • Cedera derajat 2: sebagian otot mengalami robekan sehingga terjadi nyeri dan pembengkakan sedang serta bisa menyebabkan hilangnya fungsi otot.
  • Cedera derajat 3: semua otot – otot hamstring robek dan menimbulkan nyeri hebat dan pembengkakan serta otot – otot tersebut tidak dapat lagi berfungsi sementara waktu.

Penyebab & Faktor Resiko Cedera Tight/Hamstring

Berdasarkan mekanisme terjadinya cedera maka penyebab utama dari cedera hamstring adalah otot – otot yang berkontraksi secara berlebihan sehingga tubuh tidak mampu beradaptasi dan menyebabkan cedera.

Karena penyebab utama cedera hamstring adalah penggunaan otot – otot yang berlebih maka terdapat beberapa faktor risiko yang dapat meningkatkan potensi seseorang mengalami cedera. Berikut beberapa faktor risiko nya:

1. Olahraga

Olahraga yang membutuhkan lari cepat atau lari jarak dekat atau aktivitas lain seperti menari yang mungkin memerlukan peregangan ekstrem.

2. Riwayat Cedera Hamstring Sebelumnya

Setelah seseorang pernah mengalami cedera hamstring maka besar kemungkinan besar dia akan mengalami cedera lainnya, terutama jika orang tersebut mencoba untuk melanjutkan semua aktivitas pada tingkat intensitas yang sama dengan keadaan sebelum cedera.

3. Fleksibilitas yang Buruk

Fleksibilitas otot yang buruk dapat meningkatkan risiko cedera terutama jika orang tersebut tidak pernah melakukan pemanasan dan pendinginan sebelum melakukan aktivitas fisik.

4. Ketidakseimbangan Besar Otot

Seseorang yang hanya menggunakan beberapa bagian otot paha atau hanya melatih sebagian otot paha nya dapat meningkatkan risiko cedera dikarenakan ukuran otot yang tidak seimbang sehingga kontraksi yang dihasilkan saat beraktivitas menjadi tidak seimbang.


Gejala Cedera/Tight Hamstring Berdasarkan Keparahan

Secara umum cedera hamstring biasanya menyebabkan rasa sakit yang timbul secara tiba – tiba dan tajam di bagian belakang paha disertai sensasi “meletus” atau robek. Namun terdapat beberapa perbedaan gejala yang dapat timbul berdasarkan derajat keparahan nya.

  • Derajat 1: Biasanya akan menyebabkan rasa sakit dan nyeri yang tiba-tiba di bagian belakang paha dan menimbulkan rasa sakit saat menggerakkan kaki, tetapi kekuatan otot belum terpengaruh.
  • Derajat 2: Lebih sakit dan nyeri saat ditekan serta terdapat beberapa pembengkakan dan memar di bagian belakang paha dan kekuatan otot – otot di kaki mulai melemah.
  • Derajat 3: Sangat menyakitkan, terdapat nyeri tekan, bengkak dan memar, sehingga sulit untuk berjalan dan berdiri ditambah tidak dapat menggerakan kaki karena sangat nyeri.

Pengobatan Cedera Hamstring

Pengobatan terdapat cedera hamstring dilakukan dengan tujuan untuk mengurangi rasa sakit dan pembengkakan. Berikut merupakan beberapa bentuk pengobatan yang dapat dilakukan.

1. Pengobatan dan Penanganan di rumah

  • Beristirahatlah dari aktivitas berat.
  • Gunakan tongkat atau kruk untuk menghindari pemberian beban penuh pada kaki yang cedera.
  • Kompres dengan es beberapa kali sehari untuk menghilangkan rasa sakit dan mengurangi pembengkakan. Lakukan selama 20-30 menit setiap tiga sampai empat jam selama dua sampai tiga hari, atau sampai rasa sakitnya hilang.
  • Beristirahatlah dengan kaki ditinggikan di atas ketinggian jantung untuk meminimalkan pembengkakan.
  • Minum obat pereda nyeri jenis obat antiinflamasi nonsteroid (NSAID) yang dijual bebas, seperti ibuprofen, naproxen atau acetaminophen, untuk mengurangi rasa sakit dan peradangan. Namun karena obat ini memiliki efek samping yang kurang baik maka konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter jika akan dikonsumsi dalam jangka waktu yang lama.

2. Terapi Fisik / Fisioterapi

Setelah rasa sakit dan pembengkakan awal dari cedera hamstring mereda, dokter atau fisioterapis Anda dapat menunjukkan cara melakukan latihan khusus. Latihan ini dirancang untuk meningkatkan fleksibilitas dan memperkuat otot hamstring Anda.

3. Terapi Modalitas HIL (High Intensity Laser)

HIL (High Intensity Laser) telah digunakan sebagai alat terapi non-invasif di berbagai pusat rehabilitasi, ortopedi, dan neurologi di seluruh dunia.

HIL menggunakan energi yang lebih tinggi sehingga dapat menghantarkan jumlah energi yang sama dalam waktu lebih singkat. Ini memungkinkan penetrasi lebih dalam dan mempercepat proses perbaikan pada berbagai gangguan muskuloskeletal, penyembuhan luka, dan meredakan nyeri.

Terapi ini tidak menyakitkan, dan tidak menimbulkan efek samping.

4. Operasi

Pada keadaan di mana otot anda robek seperti pada derajat dua atau tiga maka anda mungkin akan memerlukan pembedahan dimana Dokter bedah akan memperbaiki otot yang robek dan memasangnya kembali.


Kapan Harus ke Dokter?

Tight hamstring yang terjadi cukup sering atau membatasi pergerakan merupakan salah satu tanda bagi Anda untuk segera mencari pertolongan medis. Bila terjadi saat Anda sedang berolahraga, Anda dapat berkonsultasi dengan instruktur olahraga Anda untuk mendapatkan pertolongan pertama. Sangat dianjurkan untuk segera menemui dokter bila tight hamstring disertai gejala seperti:

  • Rasa nyeri yang terus menerus
  • Rasa nyeri tajam yang terjadi tiba-tiba
  • Terdapat bunyi pop saat nyeri timbul atau ada sensasi seperti robekan
  • Kelemahan otot
  • Kesulitan berdiri atau berjalan
  • Tampak memar atau terdapat perubahan warna kulit

dr. Juan Suseno, Sp.KFR

dr. Juan Suseno Haryanto, Sp.KFR menyelesaikan spesialisasi Ilmu Kedokteran Fisik dan Rehabilitasi di Universitas Diponegoro pada tahun 2003. Beliau mempunyai peminatan pada tumbuh kembang anak dan penanganan nyeri dengan menggunakan modalitas dan latihan ilmu kedokteran fisik dan rehabilitasi.