apa itu risser sign skoliosis

Risser Sign pada Skoliosis: Apa Arti Grade 0 Sampai 5?

6 mins read

Ketika melihat hasil pemeriksaan skoliosis, kebanyakan orang langsung tertuju pada satu angka: berapa derajat Cobb Angle-nya?

Padahal, khususnya pada anak dan remaja, ada informasi lain yang tidak kalah penting. Salah satunya adalah Risser Sign.

Bayangkan dua anak sama-sama memiliki skoliosis 25 derajat dan sama-sama berusia 13 tahun. Sekilas kondisinya terlihat sama. Namun, anak pertama memiliki Risser 0, sedangkan anak kedua sudah Risser 4.

Walaupun Cobb Angle dan usianya mirip, risiko perkembangan kurva keduanya bisa berbeda karena jumlah pertumbuhan tulang yang masih tersisa juga berbeda.

Inilah alasan Risser Sign sering menjadi salah satu bagian penting dalam evaluasi skoliosis pada usia pertumbuhan.


Apa Itu Risser Sign?

Risser Sign adalah metode yang digunakan untuk memperkirakan kematangan tulang atau skeletal maturity melalui gambaran tulang panggul pada pemeriksaan X-ray.

Yang diamati bukan kelengkungan tulang belakangnya, melainkan proses pembentukan dan penyatuan tulang pada bagian atas tulang panggul yang disebut iliac apophysis.

Secara sederhana: semakin rendah Risser grade, umumnya semakin banyak pertumbuhan tulang yang masih tersisa.

Sebaliknya, semakin tinggi Risser grade, semakin dekat seseorang menuju kematangan tulang.

apa itu risser sign

Scoliosis Research Society (SRS) menggunakan skala Risser 0 sampai 5 untuk menggambarkan tahapan tersebut. Risser 0 menunjukkan belum terlihatnya osifikasi pada iliac apophysis, sementara Risser 5 menunjukkan apophysis telah menyatu dengan iliac crest. penting dalam skoliosis karena masa pertumbuhan merupakan salah satu periode ketika kurva dapat berubah dengan lebih cepat.

Mengapa Risser Sign Penting pada Pasien Skoliosis?

Pada skoliosis remaja, dokter bukan hanya ingin mengetahui kondisi tulang belakang hari ini.

Pertanyaan yang tidak kalah penting adalah:

“Seberapa banyak anak ini masih akan bertumbuh?”

Hal tersebut berkaitan dengan risiko progresivitas skoliosis.

Kurva skoliosis cenderung memiliki peluang lebih besar untuk berkembang ketika seorang anak masih berada dalam masa pertumbuhan aktif. Setelah kematangan tulang semakin tercapai, kecepatan pertumbuhan berkurang dan risiko progresivitas yang berkaitan dengan growth spurt juga umumnya menurun. tu, Risser Sign dapat membantu memberikan konteks terhadap hasil Cobb Angle.

mengapa risser sign penting untuk screening skoliosis

Arti Risser Grade 0 Sampai 5

Risser Sign umumnya dibagi menjadi enam tingkat, mulai dari Risser 0 hingga Risser 5.

Risser 0

Pada Risser 0, belum terlihat proses osifikasi pada iliac apophysis dalam pemeriksaan X-ray.

Artinya, pasien masih memiliki potensi pertumbuhan yang cukup besar.

Namun, Risser 0 bukan berarti semua pasien berada pada tahap pertumbuhan yang persis sama.

Tahap ini dapat mencakup rentang masa pertumbuhan yang cukup luas. Seseorang yang baru memasuki masa pertumbuhan cepat dan seseorang yang sudah melewati sebagian growth spurt bisa saja sama-sama masih tercatat sebagai Risser 0. tulah, hasil Risser tidak sebaiknya dibaca sendirian.

Pada pasien skoliosis dengan Risser 0, dokter biasanya juga mempertimbangkan usia, tinggi badan, perubahan tinggi badan dari waktu ke waktu, perkembangan pubertas, Cobb Angle, serta indikator kematangan tulang lainnya.

Risser 1

Risser 1 menunjukkan proses osifikasi telah mencapai sekitar 25 persen dari iliac apophysis.

Pasien pada tahap ini umumnya masih memiliki pertumbuhan yang cukup signifikan.

Scoliosis Research Society menyebut pasien pada Risser 0 dan 1 sebagai kelompok yang masih mengalami pertumbuhan dengan cepat. rang pasien memiliki kurva skoliosis yang berpotensi berkembang dan masih berada pada fase ini, pemantauan menjadi sangat penting karena perubahan kurva dapat terjadi bersamaan dengan pertumbuhan tubuh.

Risser 2

Pada Risser 2, proses osifikasi telah mencapai kurang lebih 50 persen dari iliac apophysis.

Pertumbuhan belum selesai, tetapi kematangan tulang sudah lebih jauh dibandingkan Risser 0 atau 1.

Dalam evaluasi skoliosis, kondisi ini tetap perlu dilihat bersama dengan besar Cobb Angle dan riwayat progresivitas kurva.

Secara historis, Risser 0 sampai 2 sering digunakan sebagai salah satu kriteria untuk menggambarkan pasien yang masih memiliki skeletal immaturity dalam penelitian mengenai penggunaan brace pada adolescent idiopathic scoliosis. ngka Risser tetap bukan satu-satunya penentu apakah seseorang membutuhkan brace atau jenis penanganan tertentu.

Risser 3

Pada Risser 3, osifikasi sudah mencapai sekitar 75 persen.

Pasien mulai semakin mendekati kematangan tulang, sehingga jumlah pertumbuhan yang tersisa umumnya lebih sedikit dibandingkan pada grade sebelumnya.

Meski demikian, Risser 3 tidak otomatis berarti pertumbuhan telah berhenti sepenuhnya.

Inilah mengapa melihat angka Risser tanpa konteks bisa menyesatkan.

Pasien dengan Risser 3 tetap perlu dinilai berdasarkan keseluruhan kondisi, khususnya bila Cobb Angle cukup besar atau hasil pemeriksaan sebelumnya menunjukkan kurva terus mengalami progresi.

Risser 4

Pada Risser 4, proses osifikasi telah mencapai 100 persen sepanjang iliac apophysis, tetapi tulang tersebut belum sepenuhnya menyatu dengan iliac crest.

Tahap ini menunjukkan pasien sudah berada dekat dengan skeletal maturity.

Jumlah pertumbuhan yang tersisa biasanya jauh lebih kecil dibandingkan pasien dengan Risser 0 sampai 2.

Namun, “mendekati matang” tidak selalu berarti semua pertumbuhan telah selesai pada setiap individu.

Penelitian mengenai skeletal maturity menunjukkan bahwa Risser grade memiliki keterbatasan dalam menentukan titik pertumbuhan secara presisi. Karena itu, pada situasi tertentu dokter dapat menggunakan indikator lain sebagai pelengkap. er 5

Risser 5 merupakan tahap ketika iliac apophysis sudah mengalami fusi atau menyatu dengan iliac crest.

Tahap ini menunjukkan kematangan tulang telah tercapai.

Dengan kata lain, pertumbuhan skeletal utama sudah selesai atau sangat minimal.

Namun, mencapai Risser 5 bukan berarti skoliosis otomatis hilang atau seseorang tidak lagi memerlukan evaluasi.

Pada pasien dewasa, skoliosis tetap dapat menimbulkan permasalahan yang berbeda, seperti perubahan postur, ketidakseimbangan tubuh, atau keluhan muskuloskeletal tertentu.

Risser Sign terutama membantu memberikan informasi mengenai kematangan skeletal, bukan menentukan seluruh kondisi skoliosis seseorang.

penjelasan risser grade 0-5

Ringkasan Risser Sign 0-5

Risser Grade Gambaran Umum Pertumbuhan Tulang
Risser 0 Belum terlihat osifikasi iliac apophysis Masih besar
Risser 1 Osifikasi sekitar 25% Masih signifikan
Risser 2 Osifikasi sekitar 50% Masih berlangsung
Risser 3 Osifikasi sekitar 75% Mulai berkurang
Risser 4 Osifikasi mencapai 100%, belum sepenuhnya menyatu Mendekati kematangan
Risser 5 Iliac apophysis telah menyatu dengan iliac crest Kematangan skeletal tercapai

Pembagian tersebut mengikuti klasifikasi Risser yang umum digunakan secara internasional. lu diingat, tabel ini adalah gambaran umum. Perkembangan setiap anak tidak selalu berjalan dengan kecepatan yang sama.

Risser Sign dan Cobb Angle, Apa Bedanya?

Risser Sign dan Cobb Angle sering ditemukan dalam evaluasi yang sama, tetapi keduanya mengukur hal yang berbeda.

Cobb Angle digunakan untuk mengukur besarnya kelengkungan tulang belakang.

Sementara Risser Sign digunakan untuk memperkirakan tingkat kematangan skeletal.

perbedaan risser sign dan cobb angle

Karena itu, membaca salah satunya tanpa yang lain bisa memberikan gambaran yang kurang lengkap.

Misalnya:

Seorang remaja memiliki Cobb Angle 22 derajat dengan Risser 0.

Remaja lain memiliki Cobb Angle yang sama, tetapi sudah Risser 5.

Walaupun angka Cobb Angle keduanya sama, potensi pertumbuhan yang tersisa berbeda. Karena pertumbuhan merupakan salah satu faktor yang berkaitan dengan risiko progresivitas, strategi pemantauan terhadap kedua pasien tersebut belum tentu sama.

Inilah alasan evaluasi skoliosis sebaiknya tidak berhenti pada pertanyaan:

“Skoliosis saya berapa derajat?”

Tetapi juga mempertimbangkan:

“Apakah tulang saya masih bertumbuh?”

Apa Hubungan Risser Sign dengan Risiko Skoliosis Bertambah?

Risiko progresivitas skoliosis dipengaruhi oleh beberapa faktor.

Dua faktor yang paling sering menjadi perhatian adalah besar kurva dan jumlah pertumbuhan yang masih tersisa.

Secara umum, kurva yang lebih besar pada pasien yang masih memiliki banyak pertumbuhan memiliki risiko progresivitas yang perlu mendapat perhatian lebih dibandingkan kurva kecil pada seseorang yang sudah mencapai kematangan skeletal. isser Sign bukan sebuah “ramalan”.

Risser 0 tidak berarti skoliosis pasti bertambah parah.

Sebaliknya, Risser 5 juga tidak berarti semua kurva skoliosis pasti akan tetap sama sepanjang hidup.

Risser Sign merupakan salah satu informasi yang digunakan untuk membantu memahami profil risiko pasien.

Apakah Risser Sign Menentukan Perlu Tidaknya Menggunakan Brace?

Tidak sendirian.

Ini salah satu hal yang sering disalahpahami.

Dalam penanganan skoliosis pada usia pertumbuhan, Risser Sign memang dapat menjadi salah satu pertimbangan karena penggunaan brace sangat berkaitan dengan jumlah pertumbuhan yang masih tersisa.

Brace pada adolescent idiopathic scoliosis terutama digunakan dengan tujuan membantu mengontrol atau memperlambat progresivitas kurva selama masa pertumbuhan. Penelitian mengenai bracing secara tradisional banyak melibatkan pasien yang masih skeletally immature, termasuk Risser 0 sampai 2.

Keputusan menggunakan brace tidak bisa dibuat hanya dengan mengatakan: “Risser 1 berarti harus memakai brace.”

atau “Risser 3 berarti sudah tidak bisa memakai brace.”

Evaluasi perlu mempertimbangkan sejumlah faktor, seperti:

  • besar Cobb Angle,
  • apakah kurva mengalami progresi,
  • pola dan lokasi kurva,
  • usia pasien,
  • jumlah pertumbuhan yang tersisa,
  • kematangan skeletal,
  • serta kondisi klinis pasien secara keseluruhan.

Karena setiap kurva skoliosis memiliki karakteristik yang berbeda, pendekatan penanganannya juga perlu disesuaikan secara individual.

Apakah Risser Sign Bisa Dilihat dari X-Ray Skoliosis?

Ya.

Salah satu kelebihan Risser Sign adalah informasi tersebut dapat dinilai melalui bagian tulang panggul yang terlihat pada pemeriksaan radiografi yang sesuai.

Pada pemeriksaan skoliosis, X-ray tulang belakang bukan hanya digunakan untuk mengetahui Cobb Angle. Pemeriksaan radiologi juga dapat memberikan informasi mengenai pola kurva, keseimbangan tulang belakang, rotasi, hingga indikator kematangan skeletal tertentu.

Di Spine Clinic Family Holistic, pembacaan X-ray juga menjadi bagian dari evaluasi untuk memperkirakan pertumbuhan pasien dan menentukan karakteristik kurva sebelum menentukan program manajemen skoliosis yang sesuai.

Karena itu, hasil X-ray sebaiknya tidak hanya dipandang sebagai sebuah foto yang menunjukkan tulang belakang “miring”.

Ada banyak informasi klinis yang dapat diperoleh dari satu pemeriksaan ketika dibaca secara menyeluruh.

Risser Sign Tidak Selalu Cukup untuk Menilai Pertumbuhan

Walaupun sudah digunakan selama puluhan tahun, Risser Sign bukan metode yang sempurna.

Salah satu keterbatasannya adalah rentang pertumbuhan dalam satu grade dapat cukup luas, khususnya pada Risser 0.

Penelitian juga menunjukkan bahwa tingkat Risser tidak selalu tepat menggambarkan fase pertumbuhan tercepat pada setiap anak. Karena itu, sistem lain seperti Sanders Skeletal Maturity Scale, yang menilai perkembangan tulang tangan dan jari, semakin banyak digunakan sebagai informasi tambahan. ebuah systematic review dan meta-analysis yang diterbitkan pada 2026 menemukan adanya ketidaksesuaian antara penilaian Risser dan Sanders pada sebagian pasien adolescent idiopathic scoliosis.

Peneliti menyimpulkan bahwa pendekatan menggunakan beberapa indikator kematangan dapat memberikan gambaran pertumbuhan yang lebih akurat dibandingkan mengandalkan Risser saja. n berarti Risser Sign tidak berguna.

Justru sebaliknya.

Risser tetap menjadi salah satu alat yang sederhana dan penting untuk memahami skeletal maturity. Hanya saja, hasilnya sebaiknya dipahami sebagai salah satu bagian dari keseluruhan evaluasi, bukan angka yang berdiri sendiri.

Jadi, Apa Arti Hasil Risser Sign Anda?

Jika hasil pemeriksaan menunjukkan Risser 0, 1, 2, 3, 4, atau 5, jangan langsung menyimpulkan kondisi skoliosis hanya dari angka tersebut.

Pertanyaan berikutnya yang perlu dilihat adalah:

Berapa Cobb Angle-nya?

Apakah kurva berubah dibandingkan X-ray sebelumnya?

Berapa banyak pertumbuhan yang masih tersisa?

Bagaimana pola kurvanya?

Apakah pasien masih berada dalam growth spurt?

Jawaban dari pertanyaan-pertanyaan itulah yang memberikan gambaran lebih lengkap.

Pada akhirnya, tujuan mengetahui Risser Sign bukan sekadar mendapatkan angka tambahan pada hasil pemeriksaan. Informasi ini membantu memahami satu hal yang sangat penting pada skoliosis usia pertumbuhan: seberapa jauh proses pertumbuhan tulang pasien saat ini.

Dan dalam skoliosis, mengetahui bukan hanya seberapa besar kurva saat ini, tetapi juga berapa banyak pertumbuhan yang masih tersisa, dapat membuat evaluasi menjadi jauh lebih bermakna.

Dr. Budi Sugiarto Widjaja, MD

Dr. Budi Sugiarto Widjaja, MD merupakan CEO dari Spine Clinic Family Holistic sejak 2006, beliau yang membawa teknik Schroth Best Practice dan Brace GBW ke Indonesia serta telah menuliskan materi ilmiah mengenai tingkat keberhasilan Brace GBW dalam mengobati skoliosis dan keluhannya.