Kiropraktik sering dikaitkan dengan masalah tulang belakang, nyeri punggung, postur tubuh, hingga keluhan leher dan pinggang. Karena skoliosis juga berhubungan dengan tulang belakang, banyak orang akhirnya bertanya: apakah kiropraktik bisa membantu skoliosis? Bahkan, apakah kiropraktik bisa meluruskan tulang belakang yang bengkok?
Pertanyaan ini penting karena skoliosis bukan sekadar postur tubuh yang miring. Skoliosis adalah kondisi ketika tulang belakang melengkung ke samping dan sering disertai rotasi tulang belakang. Menurut Mayo Clinic, skoliosis paling sering terdiagnosis setelah usia 10 tahun atau pada awal masa remaja, dan sebagian kurva dapat bertambah berat saat anak masih bertumbuh.
Jawaban singkatnya: kiropraktik mungkin dapat membantu sebagian pasien mengurangi nyeri, rasa kaku, atau keterbatasan gerak. Namun, hingga saat ini belum ada bukti ilmiah yang kuat bahwa kiropraktik dapat meluruskan kurva skoliosis struktural secara konsisten.
Karena itu, pasien perlu membedakan antara merasa lebih nyaman setelah terapi dan kurva skoliosis benar-benar membaik secara objektif. Keduanya tidak sama.
Dalam Artikel Ini:
Apa Itu Kiropraktik?
Kiropraktik adalah pendekatan perawatan yang berfokus pada sistem muskuloskeletal, terutama tulang belakang, sendi, otot, dan saraf. Salah satu teknik yang paling dikenal adalah chiropractic adjustment atau spinal manipulation, yaitu pemberian dorongan terkontrol pada sendi tulang belakang untuk membantu meningkatkan gerak sendi.
Mayo Clinic menjelaskan bahwa chiropractic adjustment dilakukan oleh tenaga terlatih menggunakan tangan atau alat kecil untuk memberikan gaya terkontrol pada sendi tulang belakang.
Pada praktiknya, seseorang biasanya mencari kiropraktik untuk keluhan seperti nyeri punggung bawah, nyeri leher, atau kekakuan tubuh. Namun, istilah seperti “tulang digeser balik”, “tulang diluruskan”, atau “saraf dibetulkan” sering kali terlalu disederhanakan dalam promosi. Untuk kondisi seperti skoliosis, penjelasan seperti itu bisa menyesatkan jika tidak dijelaskan dengan hati-hati.
Apakah Kiropraktik Bisa Meluruskan Skoliosis?
Untuk skoliosis struktural, jawabannya: belum terbukti kuat.
Beberapa studi kecil pernah melaporkan adanya penurunan Cobb angle setelah terapi manual atau manipulasi tulang belakang. Namun, banyak penelitian tersebut memiliki keterbatasan, seperti jumlah peserta yang kecil, desain penelitian yang lemah, tidak ada kelompok kontrol yang memadai, atau terapi yang diberikan merupakan kombinasi beberapa metode sehingga sulit memastikan efek kiropraktik secara spesifik.
Review ilmiah tahun 2013 tentang chiropractic treatment untuk skoliosis menyimpulkan bahwa bukti yang tersedia belum cukup kuat untuk mendukung chiropractic adjustment sebagai terapi yang efektif dalam mengurangi keparahan kurva skoliosis.
Sumber:
Review terbaru tahun 2024 tentang spinal manipulation pada adolescent idiopathic scoliosis juga menyebutkan bahwa bukti yang ada masih belum cukup untuk memastikan efektivitas spinal manipulation terhadap nyeri, kualitas hidup, maupun penurunan tingkat keparahan kurva.
Manfaat Kiropraktik yang Masih Realistis
Walaupun belum terbukti kuat dapat meluruskan skoliosis, kiropraktik bukan berarti tidak memiliki manfaat sama sekali. Pada sebagian pasien, terutama pasien dewasa dengan keluhan nyeri punggung atau kekakuan, terapi manual dapat membantu sebagai terapi pendukung.
Beberapa manfaat yang masih masuk akal antara lain:
1. Membantu Mengurangi Nyeri Punggung
Sebagian pasien skoliosis dapat mengalami nyeri karena ketidakseimbangan beban, otot yang bekerja tidak seimbang, atau kekakuan pada area tertentu. Kiropraktik atau terapi manual mungkin membantu mengurangi keluhan nyeri pada sebagian orang.
Namun, nyeri yang berkurang tidak berarti kurva skoliosis sudah membaik. Ini poin penting. Pasien bisa merasa lebih nyaman, tetapi Cobb angle tetap sama.
2. Mengurangi Rasa Kaku
Skoliosis dapat membuat beberapa area punggung terasa lebih kaku. Terapi manual dapat membantu meningkatkan rasa leluasa saat bergerak, terutama jika keluhan berasal dari sendi atau jaringan lunak di sekitar tulang belakang.
Tetapi sekali lagi, fleksibilitas yang membaik tidak sama dengan koreksi struktur tulang belakang.
3. Membantu Kenyamanan Gerak
Pada pasien dewasa yang sering merasa pegal saat duduk lama, berdiri lama, atau beraktivitas, terapi manual dapat membantu kenyamanan gerak. Hasilnya biasanya lebih baik jika dikombinasikan dengan latihan aktif, penguatan otot, edukasi postur, dan kebiasaan gerak yang benar.
Jika pasien hanya mengandalkan terapi pasif tanpa latihan, hasilnya sering tidak bertahan lama.
Kiropraktik vs Terapi Latihan Skoliosis
Untuk skoliosis, terapi yang lebih spesifik biasanya lebih relevan dibanding terapi pasif saja. Salah satu pendekatan yang sering digunakan adalah Physiotherapeutic Scoliosis-Specific Exercises (PSSE), termasuk metode Schroth.
Latihan spesifik skoliosis tidak hanya bertujuan membuat punggung lebih lentur. Pendekatan ini melatih koreksi postur tiga dimensi, kontrol tubuh, pola napas, stabilitas, dan kesadaran posisi tubuh.
Sebuah penelitian randomized controlled trial tentang Schroth exercises pada adolescent idiopathic scoliosis menemukan bahwa latihan Schroth yang ditambahkan ke perawatan standar memberikan hasil yang lebih baik terhadap Cobb angle dibandingkan perawatan standar saja.
Ini tidak berarti semua pasien skoliosis cukup dengan latihan. Namun, dibandingkan klaim “tulang belakang bisa diluruskan dengan adjustment”, latihan spesifik skoliosis memiliki dasar yang lebih relevan untuk manajemen kurva.
Apakah Kiropraktik Aman untuk Penderita Skoliosis?
Kiropraktik dapat relatif aman bila dilakukan oleh praktisi yang terlatih. Namun, terapi ini tetap memiliki risiko dan tidak cocok untuk semua orang.
NCCIH menjelaskan bahwa efek samping ringan hingga sedang seperti nyeri sementara, rasa tidak nyaman, kaku, atau sakit kepala dapat terjadi setelah spinal manipulation. Efek samping serius jarang terjadi, tetapi tetap pernah dilaporkan.
Mayo Clinic juga menyebutkan beberapa kondisi yang sebaiknya tidak menjalani chiropractic adjustment, seperti osteoporosis berat, mati rasa atau kelemahan pada lengan/kaki, kanker pada tulang belakang, peningkatan risiko stroke, atau masalah pada tulang leher bagian atas.
Untuk pasien skoliosis, sebaiknya lebih berhati-hati jika ada nyeri berat, kesemutan, kelemahan tungkai, riwayat operasi tulang belakang, osteoporosis, atau skoliosis berat.
Kenapa Pasien Skoliosis Tidak Boleh Mengandalkan Kiropraktik Saja?
Pasien sebaiknya tidak hanya mengandalkan kiropraktik jika:
- Cobb angle sudah masuk kategori sedang atau berat,
- kurva bertambah besar dari pemeriksaan sebelumnya,
- pasien masih dalam masa pertumbuhan,
- bahu atau pinggang semakin tidak simetris,
- ada nyeri berat atau memburuk,
- ada kebas, kesemutan, atau kelemahan,
- belum pernah melakukan pemeriksaan skoliosis secara lengkap,
- praktisi menjanjikan skoliosis bisa “sembuh total” tanpa bukti pengukuran objektif.
Klaim seperti “skoliosis pasti bisa lurus hanya dengan adjustment” perlu dipertanyakan. Bukan karena semua terapi manual buruk, tetapi karena skoliosis adalah kondisi yang kompleks dan membutuhkan pemantauan objektif.
Kesimpulan
Kiropraktik dapat menjadi terapi pendukung bagi sebagian pasien skoliosis, terutama untuk membantu mengurangi nyeri, kekakuan, atau ketidaknyamanan saat bergerak. Namun, klaim bahwa kiropraktik dapat meluruskan tulang belakang akibat skoliosis struktural belum didukung oleh bukti ilmiah yang kuat.
Skoliosis bukan hanya masalah tulang yang “bergeser”. Skoliosis adalah kondisi tiga dimensi yang perlu dinilai berdasarkan pemeriksaan fisik, Cobb angle, usia, status pertumbuhan, jenis kurva, dan risiko progresivitas.
Jika Anda atau anak Anda memiliki tanda-tanda skoliosis seperti bahu tidak sejajar, pinggang miring, tulang belikat menonjol, atau punggung tampak tidak simetris saat membungkuk, sebaiknya lakukan pemeriksaan lebih lanjut. Penanganan yang tepat sejak awal dapat membantu menentukan apakah kondisi tersebut cukup dipantau, membutuhkan latihan spesifik skoliosis, brace, atau evaluasi lanjutan.

