dr. Rosini Tanjung Kemala, Sp.KFR

dr. Rosini Tanjung Kemala, Sp.KFR, menyelesaikan spesialisasi Ilmu Kedokteran Fisik dan Rehabilitasi di Universitas Diponegoro pada tahun 2004.

Lordosis

/

Apakah Anda pernah melihat postur orang dengan pantat lebih menonjol dari umumnya? Kondisi ini disebut sebagai lordosis, sebuah kondisi di mana tulang belakang melengkung ke depan lebih dari yang seharusnya.

Dalam artikel ini, kita akan menjelajahi dengan lebih dalam apa itu lordosis, apa penyebabnya, gejala yang terkait, serta berbagai opsi pengobatan yang tersedia.


Apa itu Lordosis?

Lordosis adalah kelengkungan yang berlebihan atau cekung pada tulang belakang di daerah leher (servikal) atau daerah bawah punggung (lumbal).

Punggung manusia adalah struktur kompleks yang mendukung tubuh dan memungkinkan gerakan yang diperlukan untuk aktivitas sehari-hari.

Secara normal, tulang belakang memiliki kurva yang sehat, tetapi pada kondisi lordosis, kurva ini menjadi terlalu dalam atau tajam, menyebabkan punggung terlihat cekung atau membentuk pola “c” saat dilihat dari samping.

lordosis adalah

Kondisi ini bisa terjadi pada siapa saja, baik pria maupun wanita, dan dapat berkembang sejak masa anak-anak hingga dewasa.


Gejala Lordosis

Gejala lordosis bisa bervariasi tergantung pada tingkat keparahan kondisi, namun beberapa tanda dan gejala yang umum meliputi:

1. Punggung Cekung

Salah satu gejala yang paling jelas dari lordosis adalah punggung yang terlihat sangat cekung atau membentuk pola “c” saat dilihat dari samping. Bagian bawah punggung (lordosis lumbal) atau bagian atas punggung (lordosis servikal) adalah area yang paling umum terpengaruh.

2. Nyeri Punggung

Penderita sering mengalami nyeri punggung, terutama di daerah lumbar (bagian bawah punggung) atau leher (bagian atas punggung). Nyeri ini bisa menjadi kronis atau muncul secara periodik.

3. Ketidaknyamanan saat Berdiri atau Duduk

Penderita juga sering merasa tidak nyaman saat berdiri atau duduk untuk jangka waktu yang lama. Hal ini bisa disebabkan oleh tekanan yang berlebihan pada area tertentu dari tulang belakang.

4. Keterbatasan Gerak

Gejala lainnya adalah keterbatasan gerak, terutama dalam melakukan gerakan yang melibatkan kelenturan punggung. Penderita mungkin mengalami kesulitan membungkuk, memutar tubuh, atau melakukan gerakan lain yang melibatkan fleksibilitas tulang belakang.

5. Kelelahan Otot

Lordosis dapat menyebabkan ketegangan dan kelelahan pada otot-otot punggung karena mereka bekerja lebih keras untuk menopang postur yang tidak seimbang.

6. Gangguan Pernapasan

Pada beberapa kasus servikal yang parah, gejala tambahan seperti kesulitan bernapas atau gangguan tidur dapat muncul karena tekanan yang diberikan pada struktur tulang belakang dan organ di sekitarnya.

7. Keluhan Nyeri Lainnya

Selain nyeri punggung, penderita juga dapat mengalami nyeri atau ketidaknyamanan di area lain, seperti pinggul, kaki, atau bahu, karena ketidakseimbangan postur tubuh yang berdampak pada distribusi beban tubuh.

8. Gangguan Postur Lainnya

Lordosis yang tidak diobati juga bisa menyebabkan munculnya gangguan postur lainnya, seperti skoliosis (kelengkungan samping tulang belakang) atau kifosis (pengelompokan tulang belakang di bagian atas yang membuat punggung membungkuk ke depan).

9. Gangguan Fungsi Organ

Pada kasus yang sangat parah dan tidak diobati, lordosis dapat menyebabkan gangguan fungsi organ di dalam tubuh, terutama pada lordosis servikal yang dapat memengaruhi sistem saraf atau sirkulasi darah di sekitar leher dan kepala.

Memahami gejala-gejala ini adalah langkah penting dalam pengenalan dini dan penanganan lordosis untuk mencegah kemungkinan komplikasi lebih lanjut serta meningkatkan kualitas hidup penderita. Jika Anda mengalami gejala-gejala ini, penting untuk berkonsultasi dengan profesional medis untuk evaluasi lebih lanjut dan rencana perawatan yang sesuai.


Diagnosis Lordosis

Diagnosis kelainan tulang belakang ini biasanya melibatkan evaluasi oleh seorang profesional medis, seperti dokter umum, dokter ortopedi, atau fisioterapis. Berikut adalah langkah-langkah yang dapat dilakukan dalam proses diagnosa lordosis:

1. Anamnesis

Dokter akan meminta riwayat medis lengkap pasien, termasuk keluhan yang dirasakan, gejala yang muncul, dan riwayat penyakit atau cedera sebelumnya yang berkaitan dengan masalah tulang belakang.

2. Pemeriksaan Fisik

Dokter akan melakukan pemeriksaan fisik untuk mengevaluasi postur tubuh dan memeriksa fleksibilitas dan kekuatan otot-otot sekitar tulang belakang. Mereka juga dapat melakukan pemeriksaan neurologis untuk memeriksa fungsi saraf.

3. Pemeriksaan Postur

Dokter mungkin akan meminta pasien untuk berdiri tegak atau berjalan untuk menilai postur tubuh dan mencari tanda-tanda yang berlebihan.

4. Pemeriksaan Penunjang

Dalam beberapa kasus, dokter mungkin merujuk pasien untuk menjalani pemeriksaan penunjang seperti sinar-X, MRI (Magnetic Resonance Imaging), atau CT scan (Computed Tomography) untuk mendapatkan gambaran yang lebih detail tentang struktur tulang belakang dan mungkin juga untuk memeriksa kemungkinan adanya komplikasi lainnya seperti hernia nukleus pulposus atau penyakit degeneratif tulang belakang.

5. Evaluasi Gejala

Dokter akan mengevaluasi gejala yang dirasakan oleh pasien, seperti nyeri punggung, ketidaknyamanan, atau masalah postur yang berkaitan dengan lordosis.

Setelah semua informasi dikumpulkan, dokter akan membuat diagnosis lordosis dan merencanakan pengobatan yang sesuai berdasarkan kebutuhan individu.

Penting untuk berkonsultasi dengan profesional medis jika Anda mengalami gejala gejala ini atau memiliki kekhawatiran tentang postur atau kesehatan tulang belakang Anda.


Penyebab Lordosis

Beberapa faktor dapat menyebabkan lordosis, termasuk:

1. Kebiasaan Postur yang Buruk

Duduk atau berdiri dengan postur yang buruk secara teratur dapat memengaruhi posisi tulang belakang, menyebabkan lordosis.

2. Kegemukan

Kegemukan atau berat badan berlebih dapat memberikan tekanan ekstra pada tulang belakang dan menyebabkan kelengkungan berlebih.

3. Kehamilan

Pada beberapa kasus, perubahan postur tubuh selama kehamilan dapat menyebabkan lordosis sementara.

4. Kondisi Medis

Beberapa kondisi medis seperti spondilolistesis, osteoporosis, dan sindrom Marfan juga dapat berkontribusi pada perkembangan lordosis.


Jenis Lordosis

Ada beberapa jenis lordosis yang dapat terjadi, masing-masing dengan karakteristik dan penyebab yang berbeda:

1. Lordosis Fisiologis

Ini adalah jenis lordosis yang normal pada tulang belakang manusia. Terdapat lordosis cervical (leher) dan lordosis lumbal (pinggang). Lordosis fisiologis membantu dalam menyeimbangkan tubuh dan memberikan fleksibilitas saat bergerak.

2. Lordosis Patologis

Ini terjadi ketika lordosis menjadi tidak normal akibat cedera, infeksi, atau penyakit tulang belakang seperti skoliosis atau spondilolistesis. Lordosis patologis sering kali menyebabkan nyeri dan masalah postur yang signifikan.

3. Hyperlordosis

Ini adalah jenis lordosis yang berlebihan, di mana lengkungan tulang belakang ke arah dalam lebih dalam dari biasanya. Faktor yang menyebabkan hyperlordosis termasuk kelebihan berat badan, postur buruk, atau kebiasaan duduk yang tidak baik. Hyperlordosis dapat menyebabkan nyeri punggung dan masalah postur.

4. Hipolordosis

Sebaliknya, hipolordosis adalah kondisi di mana lengkungan tulang belakang ke arah dalam kurang dari biasanya. Ini bisa disebabkan oleh ketegangan otot, cedera, atau kondisi medis seperti osteoporosis. Hipolordosis juga dapat menyebabkan nyeri punggung dan masalah postur.

Perbedaan utama antara jenis-jenis lordosis tersebut terletak pada tingkat kelengkungan tulang belakang dan faktor penyebabnya. Meskipun lordosis fisiologis adalah kondisi normal yang membantu dalam dukungan tubuh, lordosis patologis, hyperlordosis, dan hipolordosis adalah kondisi yang tidak normal dan memerlukan perhatian medis jika menyebabkan gejala seperti nyeri atau masalah postur.


Pengobatan dan Penanganan Lordosis

Pengobatan untuk lordosis tergantung pada berbagai faktor, termasuk tingkat keparahan, penyebab, dan gejala yang dialami individu. Berikut adalah beberapa metode yang dapat membantu dalam mengelola dan menyembuhkan lordosis:

1. Terapi Fisik

Latihan fisioterapi dapat membantu memperkuat otot-otot sekitar tulang belakang, meningkatkan fleksibilitas, dan meningkatkan postur. Terapi ini dapat membantu mengurangi nyeri dan memperbaiki lordosis.

2. Peregangan Otot

Peregangan otot yang terkait dengan lordosis dapat membantu mengurangi ketegangan otot dan meningkatkan fleksibilitas. Terapis fisik dapat membantu dalam merancang program peregangan yang tepat untuk kebutuhan individu.

3. Latihan Penguatan Otot Inti

Latihan yang menargetkan otot-otot inti seperti perut dan punggung dapat membantu memperbaiki postur dan mendukung tulang belakang dengan lebih baik.

4. Penggunaan Penyangga atau Korslet

Dalam beberapa kasus, penggunaan penyangga punggung atau korslet dapat membantu memperbaiki postur dan memberikan dukungan tambahan untuk tulang belakang.

5. Manajemen Berat Badan

Jika kelebihan berat badan merupakan faktor yang menyebabkan lordosis, menurunkan berat badan dapat membantu mengurangi tekanan pada tulang belakang dan meredakan gejala.

6. Obat-obatan

Untuk mengatasi nyeri yang terkait dengan lordosis, dokter dapat meresepkan obat antiinflamasi nonsteroid (NSAID) atau obat penghilang nyeri lainnya.

7. Intervensi Medis

Dalam beberapa kasus, seperti lordosis yang parah atau yang disebabkan oleh kondisi medis tertentu, intervensi medis seperti terapi steroid injeksi atau bedah tulang belakang mungkin diperlukan.

8. Manajemen Postur

Kesadaran akan postur tubuh saat duduk, berdiri, dan beraktivitas sehari-hari dapat membantu mencegah pemburukan lordosis dan mengurangi gejala.

Penting untuk berkonsultasi dengan dokter atau profesional kesehatan untuk menentukan rencana pengobatan yang tepat sesuai dengan kondisi dan kebutuhan individu. Terapi yang tepat dapat membantu mengurangi nyeri, meningkatkan kualitas hidup, dan mencegah komplikasi lebih lanjut terkait dengan lordosis.


Kesimpulan

Lordosis adalah kondisi di mana tulang belakang melengkung ke depan secara abnormal, menyebabkan punggung terlihat cekung. Penyebabnya bisa bervariasi dari kebiasaan postur yang buruk hingga kondisi medis tertentu. Gejala meliputi nyeri punggung dan keterbatasan gerak.

Pengobatan melibatkan terapi fisik, penggunaan korsè, obat-obatan, dan kadang-kadang operasi. Pencegahan dapat dilakukan dengan menjaga postur yang baik, berolahraga secara teratur, mengontrol berat badan, dan beristirahat dengan baik. Dengan pemahaman yang lebih baik tentang kondisi ini, diharapkan individu dapat mengambil langkah-langkah untuk menjaga kesehatan tulang belakang dan mencegah terjadinya lordosis.